Pengenalan Auto-Margin Replenishment (Kontrak USDT)
9 hari yang lalu · Diperbarui pada

Mode Cross Margin adalah mode margin default di Zoomex. Auto-Margin Replenishment (AMR) hanya tersedia pada mode Isolated Margin, di mana margin yang Anda tempatkan pada suatu posisi terpisah dari saldo akun Anda. Dalam mode ini, Zoomex tidak akan secara otomatis menarik margin tambahan dari saldo tersedia Anda ke posisi tersebut. Artinya, kerugian maksimum yang dapat Anda alami dari likuidasi adalah margin awal yang Anda tempatkan pada posisi tersebut.

Isolated Margin berguna untuk posisi spekulatif. Dengan mengisolasi margin, pengguna dapat mengendalikan risiko dengan lebih baik untuk membatasi kerugian maksimum pada suatu posisi ketika pasar bergerak ke arah yang tidak menguntungkan.

AMR adalah fitur yang memungkinkan trader untuk secara otomatis menambahkan margin ke posisi terbuka yang ada guna menghindari likuidasi. Setelah AMR diaktifkan, setiap kali level margin Anda hampir mencapai level maintenance margin, Zoomex akan mengisi kembali margin dari saldo tersedia Anda. Jumlah yang diambil setara dengan margin awal yang digunakan untuk posisi tersebut. Jika saldo tersedia tidak mencukupi, Zoomex akan menggunakan seluruh saldo yang tersisa untuk menambah margin posisi tersebut. Setelah margin ditambahkan, harga likuidasi akan semakin menjauh dari Mark Price.

Untuk mengaktifkan/menonaktifkan AMR, pengguna dapat menyalakan mode "AutoMargin" di bagian "Position".

Catatan:

  • Saat AMR diaktifkan, leverage terendah yang dapat dicapai posisi adalah 1x. Margin tambahan tidak akan ditambahkan jika posisi sudah berada di leverage 1x meskipun tersedia saldo margin yang lebih.

Contoh: Proses Auto-Margin Replenishment

  1. Seorang trader memiliki saldo tersedia 10.000 USDT.
  2. Harga BTC saat ini adalah 8.000 USDT.
  3. Trader membuka posisi Long untuk 5 kontrak BTCUSDT menggunakan margin awal 4.000 USDT dengan leverage 10x.
  4. Dengan tingkat maintenance margin sebesar 0,5%, harga likuidasi dihitung di 7.240 USDT. Saldo tersedia yang tersisa adalah 6.000 USDT.

Ketika Mark Price turun ke 7.240 USDT dan mencapai harga likuidasi, AMR akan otomatis aktif untuk mencegah likuidasi. Sistem akan menggunakan dana dari saldo tersedia untuk menambah margin hingga kembali ke 4.000 USDT, sehingga tersisa 2.000 USDT di saldo tersedia. Harga likuidasi baru menjadi 6.440 USDT, dan margin awal untuk posisi ini sekarang adalah 8.000 USDT.

Jika harga BTCUSDT terus turun hingga mencapai 6.440 USDT, AMR akan kembali aktif, menambah margin dengan sisa 2.000 USDT dari saldo tersedia. Harga likuidasi baru menjadi 6.040 USDT.

Namun, karena tidak ada saldo tersedia tersisa, jika harga menyentuh 6.040 USDT, posisi akan dilikuidasi karena AMR tidak dapat lagi menambahkan margin secara otomatis.

Catatan Tambahan:

  1. Saat likuidasi terpicu, sistem akan terlebih dahulu membatalkan semua order aktif yang belum terpenuhi untuk membebaskan margin dan mencoba menghindari likuidasi.
  2. Perhitungan di atas tidak termasuk biaya trading.

Contoh: Perbedaan Cross Margin dan Isolated Margin dengan AMR

Berbeda dengan Cross Margin yang menggunakan seluruh saldo tersedia untuk menghitung harga likuidasi, pada Isolated Margin dengan AMR, trader akan diberi notifikasi ketika AMR aktif, sehingga mereka memiliki waktu untuk mengelola posisi dengan lebih baik.

Catatan:
Pada mode Isolated Margin, posisi long dan short tetap terpisah dan dapat dilikuidasi di kedua arah.