Apa itu Auto-Deleveraging (ADL)?
9 hari yang lalu · Diperbarui pada

Dalam kondisi likuidasi, apabila posisi tidak dapat dilikuidasi pada harga yang lebih baik dari harga kebangkrutan dan dana asuransi yang dialokasikan untuk pasangan perdagangan tersebut tidak mencukupi untuk menutup kerugian kontrak, sistem ADL Zoomex akan secara otomatis mengurangi (deleverage) posisi lawan dari trader yang terpilih.

Poin Penting Proses ADL

  • Trader dengan peringkat tertinggi di sistem akan diprioritaskan dan dipilih untuk proses deleverage.
  • Peringkat auto-deleveraging ditentukan berdasarkan urutan profit tertinggi dan penggunaan leverage efektif.
  • Semua trader dapat melihat prioritas ADL mereka pada tab "ADL Ranking".
  • Order lawan dari trader yang terpilih akan dileverage pada harga kebangkrutan dari order yang dilikuidasi.
  • Biaya maker akan dikenakan pada posisi trader yang terpilih, sedangkan biaya taker akan dikenakan pada order yang dilikuidasi.
  • Trader yang mengalami ADL akan menerima notifikasi melalui email atau telepon, dan seluruh order aktif mereka akan ditutup.
  • Trader dapat kembali masuk ke pasar kapan saja.

Contoh:

Seorang trader membeli 5.000 kontrak BTCUSD pada harga 7.890,08 USD dengan leverage 50x, dan harga likuidasi berada di 7.773,50 USD.

Pertama, mari kita hitung Harga Kebangkrutan.

Menggunakan rumus untuk posisi Buy/Long:
Harga Kebangkrutan = Harga Masuk × Leverage / (Leverage + 1)

= (7.890,08 × 50) / (50 + 1)
= 7.735,372549 USD
≈ 7.735,50 USD

Jika sistem tidak dapat melikuidasi posisi ini pada harga yang lebih baik dari 7.735,50 USD (Harga Kebangkrutan), dan saldo Dana Asuransi yang dialokasikan untuk pasangan perdagangan tersebut tidak mencukupi untuk menutup kerugian kontrak, maka proses akan diambil alih oleh ADL.

Dengan asumsi terdapat 6 posisi short di bursa, trader dengan peringkat tertinggi di sistem akan diprioritaskan dan dipilih terlebih dahulu untuk proses deleverage. Peringkat auto-deleveraging ditentukan berdasarkan urutan profit tertinggi dan penggunaan leverage yang paling efektif. Order lawan dari trader yang terpilih akan dileverage pada harga kebangkrutan dari order yang dilikuidasi.

Trader dengan posisi short yang sedang berjalan

Jumlah kontrak penjualan

Peringkat = Persentase Laba/Rugi × Leverage Efektif

Persentil

Trader A

5500

6

20% (5 indikator lampu)

Trader B

2500

5

40% (4 indikator lampu)

Trader C

2000

4

60% (3 indikator lampu)

Trader D

3000

3

60% (3 indikator lampu)

Trader E

2000

2

80% (2 indikator lampu)

Trader F

5000

1

100% (1 indikator lampu)

Berdasarkan tabel, terlihat bahwa Trader A memiliki peringkat ADL tertinggi. Trader A akan dipilih untuk mengisi seluruh 5.000 kontrak pada harga 7.735,50 USD (Harga Kebangkrutan), dan sisa 500 kontrak akan tetap terbuka. Trader A akan mengalami auto-deleveraging karena menggunakan margin yang sama namun dengan nilai kontrak yang lebih kecil. Setelah proses ini, peringkat ADL Trader A mungkin tidak lagi berada di posisi teratas.

Dalam skenario lain, jika terdapat 10.000 kontrak yang harus dideleveraging, maka Trader A, B, dan C akan dipilih. Biaya maker akan dikenakan pada posisi trader yang terpilih, sedangkan biaya taker akan dikenakan pada order yang dilikuidasi. Trader yang terpilih akan menerima notifikasi melalui email atau telepon, dan semua order aktif BTCUSD mereka akan ditutup. Setelah itu, mereka bebas untuk kembali masuk ke pasar.

Semua trader dapat melihat prioritas ADL mereka pada tab "ADL Ranking".

***Untuk Kontrak USDT***

Dalam mode isolated margin, setiap posisi individu memiliki risiko terkena ADL.
Dalam mode cross margin, posisi yang sepenuhnya ter-hedging tidak akan dipilih untuk ADL. Jika posisi tidak sepenuhnya ter-hedging, hanya kontrak berlebih yang tidak ter-hedging yang dapat dikenakan ADL, sementara posisi yang ter-hedging tidak akan terpengaruh.