Apa itu Close On Trigger Order?
16 hari yang lalu · Diperbarui pada

Pengantar Close On Trigger Order

Tersedia sebagai opsi tambahan pada Conditional Order, fitur Close On Trigger berfungsi untuk mengeksekusi order sebagai closing order yang dijamin eksekusinya, tanpa terpengaruh oleh persyaratan margin.

 

Tujuan Utama Penggunaan

Dengan memilih opsi Close On Trigger pada Conditional Order, trader dapat menjamin eksekusi Stop-Loss Order mereka meskipun margin yang tersedia tidak mencukupi. Hal ini dilakukan dengan cara sistem secara otomatis membatalkan order aktif lainnya untuk membebaskan margin agar Stop Loss tetap bisa dieksekusi.

Opsi ini juga memastikan bahwa posisi yang ada hanya akan berkurang ukuran kontraknya saat dieksekusi, sehingga mencegah terbentuknya posisi baru yang tidak diinginkan dalam kondisi tertentu.

Contoh:

Trader A saat ini memegang posisi Buy Long sebanyak 1.000 kontrak BTCUSD pada harga USD 5.000, serta telah menetapkan Take Profit Limit Order di harga USD 5.200. Selain itu, Trader A juga memasang Conditional Market Order di harga USD 4.800 sebagai Stop Loss atau Partial Stop Loss.

 

Berikut dua contoh saat Trader A memasang Stop Loss Order dengan dan tanpa memilih opsi Close On Trigger:

Tanpa Close On Trigger

  • Jika Last Traded Price terlebih dahulu menyentuh harga USD 5.200 untuk mengeksekusi Take Profit, lalu kemudian berbalik turun ke USD 4.800, maka Conditional Market Order untuk Stop Loss yang sudah dipasang sebelumnya akan tetap dieksekusi (dengan asumsi margin mencukupi). Hal ini akan menyebabkan Trader A memegang posisi Short, yang sebenarnya tidak sesuai dengan niat awalnya.

  • Sebaliknya, jika Last Traded Price langsung bergerak ke arah yang tidak menguntungkan hingga USD 4.800, memicu Stop Loss, namun margin tidak mencukupi, maka order Stop Loss akan ditolak oleh sistem.

Dengan Close On Trigger

  • Jika Last Traded Price terlebih dahulu menyentuh harga USD 5.200 untuk mengeksekusi Take Profit dan kemudian turun ke USD 4.800, maka Stop Loss Order yang terkait akan otomatis dibatalkan. Hal ini memastikan bahwa Trader A tidak akan memegang posisi Short di USD 4.800 yang bertentangan dengan niat awalnya.

  • Sebaliknya, jika Last Traded Price bergerak ke USD 4.800 dan memicu Stop Loss sementara sistem mendeteksi margin tidak mencukupi, maka sistem akan membatalkan order aktif dengan harga terburuk yang searah dengan Stop Loss, secara berurutan, hingga margin mencukupi untuk mengeksekusi Stop Loss.

 

Harap diperhatikan:

  1. Secara default, fungsi Take Profit dan Stop Loss yang tersedia pada tab posisi aktif sudah memiliki mekanisme Close On Trigger yang tertanam, sehingga memiliki prioritas eksekusi tertinggi dibanding order lainnya.

  2. Ketika Conditional Order dengan opsi Close On Trigger terpicu:

Conditional Limit Order Conditional Market Order
1. Setelah terpicu, sistem akan memprioritaskan eksekusi order berdasarkan harga order. 1. Memiliki prioritas eksekusi tertinggi, setara dengan fungsi Stop-Loss pada posisi yang sedang terbuka.
2. Sistem akan memeriksa apakah Conditional Limit Order yang baru terpicu, ditambah dengan order aktif lain yang berada pada harga lebih baik, memiliki ukuran kontrak yang melebihi posisi terbuka saat ini. Jika ya, maka sistem akan secara otomatis mengurangi atau membatalkan Limit Order baru tersebut untuk memastikan order tersebut berfungsi sebagai closing order. Setelah itu, barulah sistem mulai memeriksa kebutuhan margin untuk mengeksekusinya. 2. Sistem akan memeriksa apakah Conditional Market Order yang terpicu akan mengurangi ukuran kontrak dari posisi yang sedang terbuka. Jika tidak, sistem akan secara otomatis mengurangi atau membatalkan order bersyarat tersebut untuk memastikan order berfungsi sebagai closing order. Setelah itu, barulah sistem mulai memeriksa kebutuhan margin untuk eksekusi.
3. Jika margin yang tersedia tidak mencukupi, sistem akan secara otomatis membatalkan order aktif lain yang berada pada arah trading yang sama (dengan prioritas pembatalan pada order dengan harga terburuk) hingga margin yang tersedia mencukupi. 3. Jika margin yang tersedia tidak mencukupi, sistem akan secara otomatis membatalkan order aktif lain yang berada pada arah trading yang sama (dengan prioritas pembatalan pada order dengan harga terburuk), hingga margin yang tersedia mencukupi.
4. Terakhir, sesuai dengan mekanisme Reduce-Only, order akan dimasukkan ke dalam order book dan menunggu untuk dieksekusi. 4. Terakhir, order akan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia di order book.