Perintah Penutupan Berdasarkan Tingkat Margin Pemeliharaan (MMR)
21 hari yang lalu · Diperbarui pada

Mode Cross Margin dalam Trading Account menawarkan fleksibilitas yang lebih besar serta efisiensi modal yang lebih tinggi. Namun, perlu diperhatikan bahwa ketika Maintenance Margin Ratio (MMR) akun mencapai 100%, sistem akan memicu likuidasi paksa, yang dapat menyebabkan kerugian signifikan.

Meskipun trader dapat menggunakan order stop-loss untuk melindungi posisi mereka, tantangannya adalah bahwa MMR dapat mencapai ambang batas kritis 100% sebelum stop-loss terpicu, sehingga meningkatkan potensi risiko yang berlebihan.

Untuk memperkuat manajemen risiko secara menyeluruh, Zoomex memperkenalkan MMR Close Order untuk akun Trading Account. Alat ini memungkinkan trader untuk mengelola risiko akun secara proaktif dan merespons dengan lebih fleksibel terhadap volatilitas yang melekat dalam perdagangan aset kripto.

 

Cara Kerja MMR Close Order

Ketika MMR akun mencapai tingkat pemicu MMR yang telah ditetapkan pada suatu posisi, posisi tersebut akan sepenuhnya ditutup melalui Market Order pada harga pasar terbaik yang tersedia.
Harap diperhatikan bahwa MMR Order saat ini hanya didukung dalam mode Cross Margin di bawah Trading Account dan hanya berlaku untuk kontrak USDT Perpetual.

Hal-hal penting yang perlu diperhatikan saat mengatur MMR Close Order:

  1. MMR Close Order hanya dapat dibuat dari tab posisi setelah posisi dibuka.

  2. Tidak dapat membuat MMR Close Order untuk sebagian jumlah posisi, dan hanya satu MMR Close Order yang dapat ditetapkan untuk setiap posisi.

  3. Jika sistem mendeteksi bahwa eksekusi MMR Close Order akan meningkatkan MMR keseluruhan akun, maka order tersebut akan ditolak. Misalnya, ketika MMR Close Order menutup posisi tertentu, hal itu dapat menghapus hubungan lindung nilai (hedging) dengan posisi lain, sehingga meningkatkan risiko akun.

  4. Perpindahan mode margin tidak diizinkan selama terdapat MMR Order aktif.

  5. Tingkat pemicu MMR yang ditetapkan harus berada antara MMR akun saat ini dan 90%.

  6. Jika terdapat beberapa MMR Close Order dari posisi yang berbeda terpicu pada waktu bersamaan karena tingkat pemicu yang sama, urutan likuidasi akan mengikuti urutan likuiditas yang telah ditentukan sebelumnya.

  7. Jika beberapa MMR Close Order mencapai tingkat MMR-nya secara bersamaan — misalnya 50% untuk BTCUSDT dan 55% untuk ETHUSDT — maka MMR Close Order BTCUSDT akan dieksekusi terlebih dahulu. Setelah posisi BTCUSDT ditutup, sistem akan memeriksa apakah MMR akun masih memenuhi kondisi pemicu 55% untuk ETHUSDT.
    Jika MMR akun turun di bawah 55%, maka MMR Close Order ETHUSDT tidak akan terpicu dan akan tetap menunggu hingga MMR kembali naik ke 55%. Hal ini memastikan bahwa setiap MMR Close Order dieksekusi secara logis dan berurutan sesuai dengan kondisi pemicu.

  8. Dalam kondisi pasar ekstrem, ketika MMR melonjak secara tiba-tiba hingga 100%, MMR Close Order mungkin gagal terpicu, sehingga terjadi likuidasi paksa. Misalnya, jika trader mengatur tingkat pemicu 90%, tetapi MMR tiba-tiba melonjak dari 89% ke 100%, maka likuidasi paksa akan dijalankan terlebih dahulu.

 

Menempatkan MMR Close Order

Klik “Add” di bawah bagian MMR Close pada tab Posisi, lalu atur Trigger MMR sesuai keinginan Anda.

 

Catatan:

  • Anda dapat mengubah Trigger MMR untuk posisi Anda kapan saja.

  • Untuk membatalkan MMR Order, buka tab Current Orders, lihat detail MMR Close Order yang sudah ada, lalu klik “Cancel”.