Limit Order adalah jenis order yang memungkinkan trader menetapkan harga tertentu yang disebut Order Price. Berbeda dengan Market Order, limit order memberi trader kontrol lebih baik atas harga masuk atau keluar posisi, dengan konsekuensi tidak adanya jaminan order akan langsung tereksekusi.
Alasan utama mengapa limit order trader bisa langsung tereksekusi adalah karena hal berikut:
- Buy Long Order → Order Price lebih tinggi daripada Best ASK Price (harga yang ditawarkan penjual).
- Sell Short Order → Order Price lebih rendah daripada Best BID Price (harga yang ditawarkan pembeli).
- Tidak memilih fungsi POST-ONLY.

Dengan kata lain, jika trader menetapkan harga beli di atas Best ASK atau harga jual di bawah Best BID, limit order akan segera dieksekusi.
Contoh A: Limit Buy Order pada USD 10,207
- Best ASK Price di order book = USD 10,183.
- Sistem membandingkan Order Price (USD 10,207) dengan Best ASK Price (USD 10,183).
- Sesuai prinsip Buy Low, Sell High, sistem akan mengisi order pada harga beli lebih rendah, yaitu USD 10,183 saat itu.
- Order akan terus diisi sampai jumlah kontrak terpenuhi atau hingga harga USD 10,207, mana yang tercapai lebih dulu.
Contoh B: Limit Sell Order pada USD 10,100
- Best BID Price di order book = USD 10,182.50.
- Sistem membandingkan Order Price (USD 10,100) dengan Best BID Price (USD 10,182.50).
- Sesuai prinsip Buy Low, Sell High, sistem akan mengisi order pada harga jual lebih tinggi, yaitu USD 10,182.50 saat itu.
- Order akan terus diisi sampai jumlah kontrak terpenuhi atau hingga harga USD 10,100, mana yang tercapai lebih dulu.
Catatan Penting
- Jika trader ingin memasang Stop Order untuk strategi breakout trading, gunakan Conditional Order.
- Untuk memastikan limit order Anda selalu menjadi Maker Order, aktifkan fungsi Post Only.